“Nanti aku telepon ya, Bang,” katEni. Ditemui belum lama ini di salah kafe di tengah Kota Balikpapan, wanita berusia 22 thn perantauan asal Jawa itu bEnik cerita tentang pengalamannya selama melayani ABK bule. Bokepindo Rasmi memang tinggal satu kos di Jenderal Sudirman, dgn beberapa rekan yg punya pekerjaan sama.Untuk antar jemput, Cantika mengaku tidak menetapkan harga kepada wanita-wanita tersebut. BiasEni, ada teman yg punya channel termasuk Rasmi, yg kemudian menawarkan kepadEni. Mereka pun lalu mendekati dan menawarkan. Jika ABK berminat serta sepakat harga, mereka mengontidak salah satu dari wanita tadi. Usai menyeruput minuman bersoda, Eni langsung menjawab tegas, “Tentu khawatir”.“Aku awalnya memang bawa pengaman, karena khawatir tertular. “Tapi kalau dgn ABK bule, meski gag semua, sebelum melayani biasEni aku ditawari minum alkohol. Tapi biasEni, tarif antar jemput untuk satu orang Rp 100 ribu. “Eggak semua ABK kapal mau.




















