Aku memang mudah sekali disogok. Bokep Namun sebelumnya dia memberitahu kalo aku harus membalasnya dgn cara-cara yg tak pantas untuk disebutkan. Aku tak canggung lagi, karena memang sudah saling mengenal. Lidya kembali mencium dan melumat bibirku. Aku menatapnya dgn tajam. Namun memang sudah lama aku ingin dibelikan motor. Bahkan dia menekan dadanya yg membusung padat ke dadaku.Terasa padat dan kenyal dadanya. Apa saja yg aku inginkan, pasti dikabulkan. Sedangkan aku sama sekali tak mengerti. Aku menatapnya dgn tajam. Dan aku menurut saja saat dimintanya berbaring. Sementara bagian bawah badanku semakin menegang serta berdenyut.Entah berapa kali dia membisikkan kata di telingaku dgn suara tertahan akibat hembusan napasnya yg memburu seperti lokomotif tua. Dan aku selalu menganggapnya sebagai kawan biasa saja. “Ohh..”, Lidya mengeluh panjang.Dia seakan baru benar-benar menyadari kalo aku bukan hanya tak pernah pacaran, namun masih sangat polos sekali. Bahkan badanku dgn badan Lidya sudah hampir tak ada jarak lagi.

