“Aria! Cuma Mbak lebih besar..”
“Kamu sudah pernah memegangnya belum?”
“Dulu waktu Ricky kecil kan netek sama Mama.”
“Sekarang kamu mau memegang punya Mbak nggak? Nonton bokep Nah kalau yang ini kamu tahu nggak namanya?” tanya saya sambil menunjuk payudara saya. Dengan penuh rencana, saya berjalan memasuki rumah besar itu. “Hsspp… Bagaimana Rick? Melihat Ricky, demikian namanya, berdiri terus, saya tersenyum. “Ih, punya Mbak hampir sama dengan punya Mama. Sekarang yang terakhir. Apa yang kamu perbuat pada adik gue!” bentak orang itu. Kamu juga dulu asalnya dari situ, Rick.”
“Dari pipis?!” Jawaban Ricky yang polos itu membuat saya tertawa. Sehingga dengan menggerinjal keras akhirnya saya mencapai kepuasan. Tumben sudah lama nggak main ke sini?”
“Ah, Rick, selama ini Mbak sibuk sekali, jadi nggak sempat main ke rumah kamu”, kata saya kepada bocah kecil berusia sepuluh tahun itu, lalu duduk di kursi sofa di ruang tamu itu.




















