“Sudah diam Mi, tak boleh cengeng. Bokep stw Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku. Sampai-sampai kemana-mana ia pergi harus bersandal jepit kumal. Ketika tahu hal itu, senyum bahagia kembali mengembang dari bibirnya. Sementara teman-temannnya bersepatu bagus.“Maafkan aku Maryam,” pinta hatiku.“Krek…,” suara pintu terdengar dibuka. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Lalu segera kuambil sandal jepit kumal yang tertindih sepatu indah itu. Berangkat sendiri saja ya?” ucapku. Aku terlalu sibuk memperhatikan kekurangan-kekurangan isteriku, padahal di balik semua itu begitu banyak kelebihanmu, wahai Maryamku. Kenapa baru sekarang pula kutahu betapa nikmatnya menyaksikan matamu yang berbinar-binar karena perhatianku? Tapi Abi kan manusia biasa. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. berember-ember. Ternyata kenyataan tak sesuai dengan apa yang kuimpikan. Isteri shalihah itu tidak cengeng,” bujukku hati-hati setelah melihat air matanya menganak sungai.“Gimana nggak nangis! Perih nian rasanya hati ini, kenapa baru sekarang sadar bahwa aku tak pernah memperhatikan isteriku.




















