sampai suatu malam, Vina tidak mendengar lagi suara suara dari cermin itu. Vina hanya menutupi cermin itu dengan kain. Bokepindo “jangan takut pengantinku….ini hanya sakit sedikit….”kata mahluk yg membawa Vina, sambil tangannya menjelajahi seluruh lekuk tubuh Vina yg polos. Vina kemudian menatap cermin sambil menikmati apa yg dia lakukan, mengamati wajahnya sendiri yg sedang menikmati sebuah sensasi, saat tiba tiba ia melihat ada bayangan orang lain di cermin itu. ia pun berteriak ketika melihat sosok tersebut bergerak mendekat, seolah akan keluar dari cermin. ketika Vina membuka mata, seperti dulu ia tak mampu menggerakan tubuhnya, namun kali ini ia bisa melihat jelas sosok yg menindihnya, seorang lelaki setengah baya seperti indo belanda. reaksi tubuh Vina berlawanan dengan reaksi otak Vina, tubuhnya terlihat menanggapai rangsangan2 tersebut, namun suara2 dalam kepalanya tetap berontak. Vina masih terduduk di lantai untuk beberapa saat, mencoba berpikir jernih, apa yg sebenarnya baru terjadi, sampai dentang jam mengingatkan dia untuk bergegas berangkat sekolah.




















