Aku tak bergerak sama sekali dari posisi tubuhku terakhir saat pak Edy menarik lepas penisnya tadi. Bokep stw Toh aku sendiri juga sudah bukan gadis yang suci.“Oh iya Eliza. Tapi aku cukup menderita juga atas apa yang dilakukannya, karena sesekali kurasakan dinding rahimku seperti tersodok kepala penis Pandu. Aku langsung membuka mataku lebar lebar, dan jantungku serasa berhenti. “Gila kamu yah? Aku merasa cairan cintaku membanjir tak karuan, entah sudah sebasah liang vaginaku.Pinggangku sudah tertekuk ke atas karena aku tak kuasa menerima nikmatnya orgasme ini, dan dengan pose seperti ini tubuhku pasti terlihat sexy sekali oleh pemerkosaku yang beruntung mendapatkan liang vaginaku ini. Aku hanya bisa berharap, nasib sialku hari ini cepat berlalu. “Saya juga pak”, Jenny ikut memberikan alasan. Ketika aku melihat Jenny, ternyata ia juga sedang menahan senyum.Akhirnya bel istirahat kedua berbunyi. Entah apa lagi yang kelak terjadi, mungkin Pandu dan Dedi akan mencari kesempatan untuk memperkosaku lagi.Aku mencoba bangkit dari sofa ini, dan mengambil tissue di atas meja.




















