Sudah deh tidak ada apa-apa lagi yang asik buat diceritakan cuma aku bisa tukar-tukaran nomor telepon saja sama Lala.Keesokan harinya jam 12.00 ceritanya lagi asyik-asiknya nonton VCD concert band favoritku Red Hot Chilli Peppers, eitz… telepon di kamarku berbunyi,
“Hallo Iyan ada?” suara di seberang yang ternyata cewek. Waahh masih perawan nih bibir pikirku. Bokep Bukan Iyan namanya kalau mendiamkan cewek dengan posisi tanggung kayak gitu, kuangkat dagunya pakai tangan kanan terus aku mulai cium bibir Lala, ternyata itu bibir tidak reaksi apa-apa. “First time I done it with you barusan Yan,” busyet nih cewek biar masih SMP Englishnya lumayan juga. “Wuiiihh band kamu cool juga yah Yan,” Lala memuji. Yaann!”
Matanya merem, kadang melotot, kadang menyipit dan Lala pun menggelinjang tidak karuan seperti baru pertama kali merasakan rasa geli yang amat sangat nikmat (memang baru pertama kali) menjalari seluruh saraf-saraf sensitive di tubuhnya itu. “Iya yuk, Lala sendiri juga lagi laper nih Yan, ke ‘TP’ saja yuk (salah satu plaza di kota ‘S’-ku ),” Lala










