Mau pulang bareng enggak?” kata suamiku lagi. Aku sebetulnya tadi cuma menggoda saja. Bokep Ibu jarinya melakukan gerakan melingkar di atas payudaraku hingga membuatku menggelinjang kegelian. Aku sudah tidak mampu bertahan lagi. Yang lebih mengejutkan ternyata orang itu adalah Parjo yang sedari tadi memperhatikan diriku saat mematut diriku di depan cermin.Belum sempat hilang rasa terkejutku, Parjo sudah mendatangi dan langsung memeluk tubuhku. Kemudian sambil sedikit menundukkan kepalanya, bibir Parjo yang tebal mulai menyentuh bibirku. Maaf Bu..” ujarnya. Kami sama-sama mendengus dan mengerang. Ternyata office boy yang menjadi incaranku saat itu sedang membersihkan ruang meeting yang besok pagi akan digunakan untuk rapat evaluasi bulanan. Aku masih sangat lelah hingga tak mampu lagi berkonsentrasi dengan pekerjaanku. “I.. anhh” aku mendesis tapi tidak berani berteriak karena takut kalau ada orang yang mendengar. Ia sedang lucu-lucunya. Lidahnya yang kasar bergerak liar semakin dalam ke dalam lubang kemaluanku. Arghh..” aku mengerang panjang. Tubuhku ditelentangkannya dan kedua kakiku dipentangkannya lebar-lebar.




















