Jantungku berdebar-debar. Brazzers Kakinya terbuka lebar, sedang kain yang dikenakannya
tersingkap. Aku
terus membacanya, jakunku yang mulai tumbuh bergerak-gerak menelan
ludah. Aku
terus membacanya, jakunku yang mulai tumbuh bergerak-gerak menelan
ludah. Saat itu sikuku menyenggol rak sepatu. Dia hanya memberikan Kho Ping Hoo
untukku. Kusentuh lagi
dadanya yang satu lagi. Setelah
aku mengganti celana, aku meraih novel itu. Dia tetap tenang. Aku tak punya keberanian untuk
membongkar paksa. Juga Nick Carter. Dengan ragu-ragu, kuletakkan pula kedua tanganku di
pahanya. “Mulai sekarang, hati-hati bergaul” Katanya. Aku tak berani
bertanya kepadanya. “Emangnya..?” tanyaku heran. Sana urus sapi”, Kak Tina menepuk bahuku sebelum dia bilang, “Astaga…, kamu ngompol ya, Sapto?”. Suatu siang sepulang sekolah, rumah
tampak sepi. Tanganku pun bereaksi lebih berani, meremas pahanya yang kiri dan
kanan. Samar-samar
kuamati ada sekumpulan rambut di sana. Membolak-baliknya. “Udah besar ngompol. Dia menunjuk tepi tempat tidur, di antara pahanya yang terkangkang. Sesekali aku ingin juga membaca novel lainnya, tapi Kak Tina tak
pernah mengijinkan aku menyentuh apa lagi membaca novel-novel itu. “Sudahlah, Nanti juga kamu tahu sendiri”. Kubolak-balik halamannya, ada bagian yang ditandai. Beberapa







