Jangan-jangannn…!! Hasilnya…, jam 12 lebih dikit aku baru sampai divdepan pintu rumah Vivi,
“Ting…, Tonggg, Ting Tongggg…..” dengan was-was aku menekan bel
“Cklekkk…..” pintu itu langsung dibuka, Reinalah yang membukakan pintu untukku, menyambut tamu pentingnya yang datang sedikit terlambat. Bokepindo awwwhhhhssshh” Nia meringis-ringis merasakan kenyotan-kenyotan mulut Pak Dion di puncak payudaranya, liar dan buas sekali pria itu menggeluti payudaranya, dijilat, dihisap, dikenyot-kenyot, diremas-remasnya bukit payudara Nia sambil menciumi buntalannya dengan kasar. Kali ini detektif cantik Maya tertunduk lesu, maklum kekurangan modal, sisa uang bulanan habis buat beli baju baru dan koleksi buku komik dan menabung tentunya (70 % Shoping beli baju & 25 % Dana untuk mengoleksi buku komik, 5%-nya nabung…waduhhh…!!) Sambil mencoba tersenyum, aku menyembunyikan Hp kesayanganku yang “menangis” karena kalah telak oleh Hp di tangan teman-temanku. “OWwww…!! “Uhhhh….” Veily pasrah ketika tangan Pak Agung yang kekar mendekap pinggulnya kemudian mengangkatnya keatas, Pak Agung yang berotot mirip Ade Rai mendesakkan tubuh Veily kesudut ruangan. Veily membusungkan susunya ke depan sambil mengalungkan kedua tangannya ke belakang


















