Kuhunjamkan tititku dalam-dalam ke meki mbak Ninok, dan menyemburlah lahar yg sudah mendesak dari tadi ke dalam meki mbak Ninok.“Mpookk.. Brazzers Kita bisa pacaran.” sahut si mbak.Aku cuma tertawa, karena memang sudah biasa dia ngomong begitu.“Duduk dulu dong Rom, ngobrol ama mbak ngapa sih.” katanya.Akupun duduk di kursi sebelah kirinya, si mbak sedang minum anggur cap orangtua. Bibirku diemut dan lidahnya bermain dengan lincahnya di dalam mulutku. Dan denyutan meki mbak Ninok terus saja mengemuti tititku membuatku merem melek. Jadilah kami minum sambil ngobrol ngalor ngidul. Nih,” katanya sambil mengasongkan toketnya ke depan.“Diemut juga boleh Rom.” tambahnya.Aku yg sudah mabok alkohol, semakin pusing karena ditambah mabok kepayg akibat tantangan Mbak Ninok.“Boleh pok?” tanyaku lugu.“Dari dulu kan Mbak udah pengen buka “segel” Romi. Tapi aku tak peduli, aku menikmati sekali posisi ini. Banyak selaki lahar yg kumuntahkan di meki mbak Ninok, ditambah lahar mbak Ninok, rupanya tdk mampu ditampung semuanya, sehingga sebagian meleleh keluar dari meki mbak Ninok dan turun ke belahan pantatnya.Lama kami berdiam




















