Lalu,tak lupa kuberikan dia uang 100rb yang kujanjikan. Bokep hot Pucuk dicinta nikmat pun tiba,pikirku….. Nana hanya mengangguk. Disela ngobrol itu,aku sesekali melihat belahan itu. Katanya tadi berani. Aku brani aja. Nana mendesah saat penisku tenggelam ditelan vaginanya. toh udah setengah,skalian aja. “Tapi perjanjiannya,musti dipelorotin ampe bawah ya.”ujarku. Karena memang udh janji mau bayar taruhan,akhirnya akupun mengajak dia makan dan membelikan dia sebuah kaos dan jaket disalah satu distro dikotaku. Segera kudekatkan bibirku ke arah bibirnya,dan kucoba mencium bibirnya. Kusodorkan penisku kearah mulutnya,dan Nana membuka mulutnya. “Na…pake baju ketat gitu emangnya ga takut ntr ada org yg ngerasa nafsu ?”,tanyaku iseng. Nana hanya mengangguk dan tersenyum. “aggghhhh..ahhhh….”,rintihny a disela2 menikmati dorongan penisku. Nana hanya mengangguk dan tersenyum. Tapi sekali aja. Begini….Bbrp hari yang lalu,disaat waktu luang aku diminta oleh salah satu tmn bokap utk memberikan sedikit ilmu bahasa inggris dan olah vokal untuk anknya.




















