“Kamu naik becak atau ojek saja, sudah malam.”“Terimakasih Om.”“Nanti kalau ibumu nanya katakan ada teman sekolahmu perempuan yang mengajakmu ke tempat kakaknya di Bogor.”“Iya Om.”***Entah kenapa sejak itu aku rindu untuk bertemu lagi dengan dia. Untung deh bukan aku yang ngerjain Om.”Aku bergidik, kurasakan keringat dingin memercik. Nonton bokep Mita capek sekali Om.” Dia kelihatannya memang sudah setengah mabuk, jalan pikirannya mulai tidak terkontrol, mengatakan saja apa yang terasa. Sekarang saya masih berurusan dengan polisi.”“Kamu sendiri bagaimana?”“Saya tidak apa-apa Om…. Ada anak pengasong yang tiba-tiba nyebrang dan tertabrak.”“Bagaimana dia?” aku khawatir, keponakanku bisa dapat masalah besar. Sudah terang dia mengatakan itu untuk membuat Rena panas dan memang perempuan itu segera melepaskan tangannya dari lenganku.Ah gangguan anak nakal saja kok didengar”, kataku. Tapi mukanya masam dan sewot. Nafasku memburu.“Dia masukkan jarinya ke sela celana dalammu dan mengorek kelentitmu?” Tiba-tiba dia menahan tanganku dengan tangannya dan melepaskan mulutnya dari mulutku yang melumat lagi.“Jangan Om”, katanya lirih. “Nanti Mita di sekolah diketawain jalan ngangkang.” Aku tak tahan menahan




















