Hii.. Pelukanku dari belakang tubuhnya membuat dia tertindih di meja. Brazzers sedang mengerjakan tugas?” suaraku sedikit bergetar. Makin lama kami makin asyik buka-buka gambar porno, sampai akhirnya, “Aku mau pulang deh Mas. Mula-mula terasa aneh, tapi makin lama aku merasakan fantasi lain. “Ah.. Kami bahkan menjadi kawan akrab. kamu tidak perlu nganter aku.. “Tapi bentar aja yaa.. ahh..” Aku semakin bernafsu mendengar rintihannya. “Tapi bentar aja yaa.. hh..” dia berdesah ketika kepalaku menyeruduk buah dada yang masih terhalang T-shirt merah muda di balik jaket jeans yang terbuka kancingnya. “Siapa namamu?” tanyaku dengan lembut. “Aaah..” dia menjerit, tubuhnya mengejang ke belakang. Sambil memeluk buah dadanya., kutarik dia berdiri. Aku kadang-kadang khawatir, kadang-kadang juga memandang iba pada Rani. Entah sampai kapan dia akan menyimpan rahasia ini. Aku jadi lega, sekarang ada teman, walaupun dia tidak memperhatikan aku sama sekali. Tapi, akh peduli amat. “Aku mau pulang.. “Siapa namamu?” tanyaku dengan lembut. “Bisa pulang sama-sama?” aku bertanya sambil mataku sebentar-sebentar mencuri pandang ke arah pantatnya yang kelihatan




















