Tapi tiba-tiba dia berkata, “Ron, sekarang giliran kamu!”, aku terkejut mendengarnya. Bokep Setelah selasai aku berdiri, ternyata “keanehanku” terjadi lagi yaitu setiap kali aku menjadi feminim, penisku tidak mau tinggal diam, ia selalu saja ereksi sehingga di balik jeans tersebut menyembul “sesuatu”. Melihat itu Lucy mengerti. Sedangakan dildo itu masih berada di dalam lubang anusku dan masih bergetar. Aku menurut saja dan hari itu aku kuliah bersama dengan dia sebagai Venny. Di kelas aku selalu berada di dekatnya sehingga bila ada yang bertanya padaku, Lucy langsung berkata bahwa aku adalah sepupunya.Tak terasa kini sudah satu setengah tahun aku menjalin hubungan “aneh” dengan Lucy dan kadang-kadang aku kencan dengan dia sebagai Lucy dengan Venny. Kini aku tahu bahwa pil yang kuminum ternyata pil estrogen yang membuatku menjadi tidak cepat ereksi dan lebih feminim. “Ah, tak pernah kusangka, aku dipermainkan oleh seorang cewek di ranjang”. Mendengar itu aku terkejut dan berkata, “Lho, Luc masak gue harus keluar dari sini telanjang?”.




















