dan aku akan paham aku nggak akan nuntut lebih dari kamu..” Tapi rupanya rengekanku tidak di respon oleh Galih, dia tetap memutuskan kami. Dari rumah aku dandan cukup rapi dan berangkat menuju tempat janjian kami.Sampai di sana aku lihat Galih sudah duduk di satu kursi cafe itu “Mau pesan apa?” Katanya dan aku hanya tersenyum walau dalam hati aku merasa ada yang aneh dengan sikapnya, biasanya dia sudah tahu minuman kesukaanku dan biasanya sudah ada di meja sebelum aku datang. Bokep indo viral suuudaaah… aaaagggggghh..” Dia dekap dengan erat tubuhku, dan akupun membalasnya dengan tubuh yang masih sama-sama lemas kamipun tertidur lelap di atas tempat tidur tersebut. Meskipun aku sedikit meminta pertanggung jawabannya karena kami pernah melakukan adegan layaknya dalam cerita sex.Namun Galih tetap ngotot untuk meutuskan hubungan kami. Reva adalah nama panggilanku sebagai seorang gadis yang memasuki usia 23 tahun sudah sepantasnya kedua orang tuaku menyakan hubunganku dengan Galih.




















