Sesaat kulihat paman menengadahkan kepalanya sambil bersuara ahh… terdengar sangat lega. Bokeb Dia memang kadang meledekku begitu. Nafasnya teratur dan pendek-pendek. Bibi nanti malu. Eh, ngomong-ngomong, gimana ya caranya supaya kamu bisa bantu bibi?Mendengar pertanyaannya, aku hanya bisa melongo.Gini aja, paman merubah duduknya, mendekat padaku dan berbisik, Kalau bibi lagi cemberut, kamu gituin aja pas dia lagi tidur, hehehe… pasti gak akan sadar, dan besoknya pasti langsung bisa senyum. Makanya, paman suka kasian sama bibi kamu. Paman sudah pulang. Seperti sudah bisa ditebak, tidak ada apa-apa lagi di dalamnya. Hingga akhirnya aku pun melenguh dan… croot, croot, croot! Juga hangat dan berkedut-kedut. Gak apa-apa, tenang saja. katanya. Malah kadang BH juga gak pake. Rasanya nikmat banget saat jemari lentiknya membungkus dan memegang erat batangku, mengocoknya perlahan. bibi tersenyum gembira menemukan orang yang sejenis. kataku agak marah.Malu sama siapa, Cuma ada bibimu disini. Berkali-kali kutekan, tetap tidak masuk-masuk. Gak lagi deh, perih.




















