cuma apa..!?” potong Ibu mertuaku. Kuhamburkan seluruh cairanku ke dalam vaginanya.“Ahhcckk.. Bokep hijab “Acchh.. Kuajak dia berdiri di samping ranjangnya.Sepertinya dia bingung mau diapain. mmh, heh..” suara Ibu mertuaku menjawabku.Gerakan kepala Ibu mertuaku masih pelan dan teratur. Sering aku pulang lebih dulu dari istriku, karena aku pulang naik kereta sedangkan istriku naik kendaraan umum. Kuambil kertas dan kutangkap tikus yang udah mulai kecapaian itu trus kubuang keluar.“Udah dibuang keluar belum?” tanya Ibu mertuaku. Dia melihatku dengan tatapan sayunya dan kemudian kembali menciumi burungku, geli yang kurasakan sampai ke ubun-ubun kepala.“Banyak banget kamu keluarnya, Do..!” tanyaku Ibu mertuaku.Aku terdiam lemas sambil melihat Ibu mertuaku datang menghampiriku dan memelukku dengan mesra. “Lho.. Do..” kata Ibu mertuaku.Makin kutambah kecepatan sodokan batangku dan.., “Acchh..” Ibu mertuaku berteriak kecil sambil kupeluk dia. Sebelum masuk kamar sambil berjalan pelan kulirik Ibu mertuaku sekali lagi dan burungku langsung ikut bereaksi pelan.Aku masuk kamar dan coba mengusir pikiranku yang mulai kerasukan ini.




















