he.. Memang kalau sudah begini biasanya keluar kata-kata kasar dari mulutku dan ternyata itu membuat Om Andi semakin nafsu saja.“Awwh.. Bokep aduuh..!”“Iii.. he.. Dingin nggak airnya tadi..?” tanya Om Andi sambil buru-buru mengambil lap dan menyeka rok dan kaosku.Aku yang masih terkejut hanya diam mengamati tangan Om Andi yang berada di atas dadaku dan matanya yang nampak berkonsentrasi menyeka kaosku. Usiaku masih muda dimana yang ke 18 tahun dengan tinggi 169 cm berat 53 kg dan kulit putihku yang halus, perkenalkan namaku Naya, kebanyakan di keluargaku mempunyai badan yang ramping ramping dan seksi jadi aku juga tidak bingung kalau makan banyak, oya disini aku inign berbagi cerita yang mana saat pulang dari latihan cherers di sekolah.Aku disiurh ayah untuk menghantarkan sebuah laporan ke rumahnya Om Andi, jarak antara rumahku dan om Andi hanya beberapa komplek dari rumah kami, Om Andi sudah tua umurnya seperti umur bapak saya, tapi dibalik umurnya yang sudah tua gayanya masih seperti anak muda, jujur saja kalau dia maen kerumahku




















