Irfan mengambilkan minuman dan kembali ke kamar memperoleh aku sudah melepas blazer dan sedang memijat betisku. Aku sendiri hanya bisa menikmati semua itu sambil meremas-remas rambutnya. Bokep hijab nghhhhhh.. mmphh.. Mungkin inilah yg mendorongku utk menggeser posisiku mendekatinya, lalu mencium bibirnya. Aku tetap merindukan dan mengharapkan sentuhan tangan kekar Irfan, sementara di lain pihak aku tetap mencintai dan ingin setia pd suamiku yg begitu baik hati, tetapi tidak bisa memberbagi yg sudah diberbagi Irfan pdku.,,,,,,,,,,,,,,, Dgn manja kuminta ia mengambilkan aku minuman di dapur, sebab terbukti sebelum memperoleh anak, aku dan suamiku sudah sepakat utk tdk merawat pembantu, jadi saat itu rumahku kosong. Sungguh mati, pd saat itu, sikap tubuhku dan kata-kataku sama sekali tdk berfungsi menggodanya. “Mmm, iya kali,” jawabku sekenanya sementara mataku terpejam menikmati pijatannya yg terbukti membikin kakiku lebih enjoy. “mmmpphhh.. Kami saling menatap beberapa hari.




















