Baru satu orang yang beli.”
“Ya sudah. Dingin kota ini makin terasa. Bokep crot Dia terpelanting. Dia menjual, bukan mengemis. Atau seorang lelaki berjaket jins yang memayungi seorang perempuan yang jelas-jelas memakai jas hujan. Dingin kota ini makin terasa. Beberapa orang lainnya menghakimi supir mobil, menghajarnya hingga biru-biru, termasuk mobilnya yang dibikin tambah penyok. Tapi tidak semua orang di jalan raya itu lucu. Polos sekali. Perempuan yang mengenakan jas hujan itu masuk, meninggalkan lelaki yang tadi. “Woi!” teriak salah satu anak dari gerombolan itu dengan kasar. Di dekat semak-semak, tak terlalu jauh dari tepi jalan, di tempat yang agak gelap. Mereka mengeluarkan beberapa barang berupa bubuk yang lumayan kecil, menghirupnya sedikit, lalu tertawa-tawa. Di dekat tiang lampu merah, sekitar beberapa meter dari tempatku berdiri, ada seorang anak laki-laki berambut kusut berpakaian kusut menenteng kantong-kantong plastik hitam yang juga kusut. Sehabis menikmati dunia, anak-anak itu berpencar lagi, termasuk anak laki-laki yang kembali ke dekat tiang lampu merah.




















