nggak tahan”, katanya disela rintihan. Rupanya tingkahku itu diperhatikannya.Kami berpandangan lama. Bokeb Aku masih gugup.“Nggak usah gugup gitu dong”, ujar Bu Melly melihat tingkahku. Celana dalam merah jambu sepadan warna dengan BH yang menutupi setangkup buah dada yang walaupun tidak besar tapi sangat menggairahkan.“Ibu bener-bener wanita tercantik yang pernah kulihat”, gumamku.Bu melly kemudian mengikuti aksiku tadi dengan mulai mencopot pakaian yang kukenakan. “Aku juga mau keluar nih.. Bu Melly terhentak. Lama kami bereksplorasi saling merangsang. Aku tau pasti pujian kecil bisa membangkitkan kebanggan.“Ahh kamu Ndy bisa aja, emangnya aku masih cantik”, jawab Bu Melly dengan pipi memerah. Selesai makan kami kembali kekantor dengan mobil sendiri-sendiri. Seneng sih, tapi juga penuh tanda tanya. Tubuh indah seperti Bu Melly memang sangat aku idamkan. Sangat indah karena posisi kami berpelukan juga menunjang. Masak sih Bu Melly bilang begitu? Walaupun cantik, tapi banyak karyawan yang tidak menyukainya karena selain keras, sombong dan terkadang suka cuek.Namun sebagai bawahannya langsung aku cukup mengerti beban posisi yang harus dipikulnya sebagai pemimpin




















