Rindu kasmaran yang terlanjur memenuhi dadanya ingin ia tumpahkan mlm itu kepada kekash hatinya.“Aku dengar kamu sudah pindah ke luar kota, An” kata Andhika sambil menjemput tangan pujaan hatinya.MeIalui lengan halus itu Andhka menumpahkan kerinduan yang selama ini mendera dirinya. Sungguh, itu bukan kebiasaan Annisa yaang selalu menolak dipegang apalagi diraba oleh pria yaang bukan muhrimnya. Bokeb Kopi pahit yaang ia beli di warung angkringan tidak mampu membuat matanya melek. Di luar dugaan dari dlm rumah itu tiba-tiba keluar sosok yaang sangat dikenalnya. Pukul 11.34 mata Andhika diserang rasa kantuk. Aku sendiri tidak tahu apa itu.”“Tetapi teman-teman cewekmu banyak yaang cantik & tertarik padamu, Ka. Hujan baru saja reda mengguyur kota Lamongan, Jawa Timur, ketika Andhika bangun dari tidur siang. Dia bukan gadis gampangan. Kepedihan dan rasa putus asa mulai menyelinap di dadanya. Sosok perempuan yang selama ini ia rindukan: Annisa! Berbatang-batang rokok tidak jga membuat dirinya segar untuk kemudian terus mencari di mana Annisa berada.Tanpa disadari Andhika telah mengarahkan mobilnya ke arah Jalan




















