Apa mau kalian..?”, aku membentak kaget.Tapi tidak ada yang menjawab. Tapi aku tidak pernah berpikir sampai ke sana. Bokep mom Tidak ada yang istimewa dalam diriku. Malas kalau naik kendaraan umum”, katanya beralasan.“Kamu sendiri..?”Aku tidak menjawab dan hanya mengangkat bahu saja.“Ikut aku yuk..”, ajaknya langsung.Belum juga aku menjawab, Ria sudah menarik tanganku dan menggandeng aku menuju ke mobilnya. Tapi entah kenapa, hari itu aku pakai baju olah raga, bahkan pakai sepatu juga.Dari rumahku aku sengaja berjalan kaki. Setelah lima hari terkurung dan tersiksa di dalam kamar ini, aku tidak lagi melihat mereka datang. Aku hanya tersenyum saja sedikit.“Kalau aku sih biasa dipanggil Ria”, katanya langsung memperkenalkan diri sendiri. Cukup leluasa untuk memandangnya. Aku bermaksud mau pulang. Bahkan jauh lebih buas lagi daripada Ria. Hanya sedikit saja aku melirik, cukup cantik juga wajahnya. Cepat-cepat aku menjawab dengan agak gelagapan juga. Mau nggak..?”, ujarnya menawarkan, sambil menunjuk gerobak tukang bubur ayam.“Boleh”, sahutku.Kami langsung menikmati bubur ayam yang memang rasanya nikmat sekali. Bahkan mereka melakukan sesuatu yang hampir




















