Abang hanya mengantarkanku sampai depan pintu.“Besok Abang boleh sini?”.“Bolehlah bang, jawabku.Keesokan harinya selepas pulang kerja aku baru saja selesai mandi dan berpakaian, bunyi ketukan pintu terdengar, ternyata abang benar-benar datang.Kemudian kami ngobrol-ngobrol di sofa sambil nonton televisi. Nonton bokep Tak ada kata yang bisa kuucapkan, aku hanya terdiam lemas.Keesokan harinya aku balik ke kota M. Kami bersalaman, selintas dimatanya kulihat ada kerinduan.“Abang patah hati mendengar Reyna menikah, tapi apa mau kata, tak apalah, abangpun kini sudah menikah setahun yang lalu”, katanya agak lirih.“Istri abang tak dibawa?”, tanyaku.“Dia tinggal di KL (Kuala Lumpur) tak di sini”, jawabnya.Akhirnya Abang Hanif mengantarkanku jalan-jalan dan kita saling tukar cerita. “Abang Hanif yach?”, aku balik tanya. oohh…, my girl I am coming.., Abang tak kuasa”, katanya.Aku putar badannya sehingga posisiku di atas dan ia terduduk. Selepas kerja aku jalan-jalan ingin membeli sesuatu di China Town, waktu aku hendak ke MRT (kereta bawah tanah) aku bertabrakan dengan seorang pria.“Maaf”, katanya.




















