Bau yang kini mulai diakrabinya: segar dan penuh aroma kejantanan.Tidak seperti tubuh lelaki lain di kantornya yang terlalu penuh minyak wangi sehingga berkesan sintetis.Ah, kini ia mulai membanding-bandingkan antara aku dengan teman-temannya yang lain, keluh Tania dalam benaknya.“Mas..,” bisiknya perlahan sambil menelungkupkan muka ke bantal, “Apa yang ingin Mas lakukan kepadaku?”“Nia, Mas sedang membayangkan kamu. Bokep Akupun tertawa sambil berujar,“Kalau kamu yang memandikan aku, kita akan terlambat ke airport. Kamu bisa merasakannya, ‘yang?”, aku melanjutkan.“Oocch.. Ia mengulumnya pelan, dan sesekali menghisapnya dengan sepenuh perasaan.“Please, sekarang jemarimu yang basah kamu tarik dari mulutmu, Nia. Jantungnya berdegup kencang, seperti ketika waktu itu aku melumat bibir bidadari yang amat aku dambakan.“Teruss..?”, Tania berucap pelan sambil mulai memejamkan matanya.Bayangan percumbuan kami di dalam mobil seminggu yang lalu nampak jelas di pelupuk matanya. Lalu aku benar-benar meledak. Bergerak. Oocchh.. kamu meremasi rambut Mas dan menekan kuat-kuat kepala Mas di dadamu”, aku menceritakan fantasiku sambil membayangkan seolah-olah aku memang melakukan aktifitas itu.“Oocch..




















