Walaupun tahu kebiasaan suaminya yang doyan main perempuan, tetapi Den Ayu Retno tetap setia dan tidak mempermasalahkannya.Hingga pada suatu hari ketika sedang berkeliling pabrik batiknya Juragan Sapto, dengan matanya yang selalu jelalatan itu, kemudian tanpa sengaja melihat seorang pegawai wanitanya yang baru dilihatnya. Bokeb Kemarahan penduduk kampung sudah tidak dapat dibendung lagi, dan dengan berbondong bondong dan dengan membawa berbagai macam senjata mulai dari golok, parang, clurit, arit, bahkan cangkulpun mereka bawa.Penduduk kampung yang sudah tidak terkendali itu, sesampainya di rumah Juragan Sapto langsung merangsek masuk, dan para centeng yang mencoba mencegahpun dikeroyok, dan dihakimi oleh seluruh penduduk kampung. Walaupun tahu kebiasaan suaminya yang doyan main perempuan, tetapi Den Ayu Retno tetap setia dan tidak mempermasalahkannya.Hingga pada suatu hari ketika sedang berkeliling pabrik batiknya Juragan Sapto, dengan matanya yang selalu jelalatan itu, kemudian tanpa sengaja melihat seorang pegawai wanitanya yang baru dilihatnya. Hari itu disebuah bangunan rumah yang terbilang paling mewah dan megah, yang dihuni oleh seorang pengusaha batik bersama istrinya yang masih sangat




















