Padahal aku paling malas berolah raga. “Ikut aku yuk..!” ajaknya langsung. Brazzers “Akh.., kayak nama perempuan..” celetuknya. Uwak langsung menyebutkan alamat rumahnya. “Jalan-jalan yuk..!” ajaknya tiba-tiba sambil bangkit berdiri. Apa lagi perutku memang sedang lapar. Aku menggelinjang dan berusaha meronta. Tanpa diduga sama sekali, justru Uwak yang mengajak pulang lebih dulu.“Mobilku di parkir disana..” katanya sambil menunjuk deretan mobil-mobil yang cukup banyak terparkir. “Akh.., kayak nama perempuan..” celetuknya. Aku jadi tertegun, karena mereka langsung saja menyeretku ke pembaringan. Sekujur tubuhku jadi menggigil, dadaku berdebar-debar, dan kedua bola mataku jadi membelalak lebar saat Uwak mulai melepaskan pakaian yang dikenakannya satu persatu sampai polos sama sekali. Kedua kakiku juga direntangkan dan diikat dengan tali kulit yang kuat. Anusku terasa tercabik-cabik oleh benda yang sangat besar dan tumpul. “Kemana saja, dari pada bengong di sini..” sahutnya. Baru kali ini aku melihat dada yang begitu besar dan padat.




















