Aku mulai sedikit meronta sambil berteriak. Bokep mom Erik pun menghela napas dan beristirahat sejenak, masih dalam rangkulan wanita itu. “Sempurna” katanya dingin. “Hhhmm.. “Ahh..”
Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku. Aku berteriak. “Ya Erik..aku adalah milikmu. “Eriik!! Kalau kamu capek, besok bolos saja.”
Erik pun menggendongku yang masih terisak kekamar tidurku. tidak ada satupun yang boleh menyentuhmu tanpa seizin-ku.”Erik memeluk tubuhku yang kecil dengan erat. Di sana, banyak anak-anak yang sebaya denganku. Aku tidak diperbolehkan untuk keluar rumah selain ke sekolah tanpa dirinya.Empat bulan berlalu, rasa sayangku terhadap Erik mulai bertambah. Kehadiran mereka membuatku setidaknya “lupa” akan kemalangan yang baru saja menimpaku. Kenapa katamu?! “Hmm..kamu menyukainya bukan? Ballroom hotel itu sangat indah, Erik mempersiapkannya secara spesial. Tak lama, Erik sudah habis melucuti pakaian wanita itu. Kenapa katamu?! Nafasnya terdengar berat penuh dengan kemarahan dan birahi. “Ahh..”
Aku mulai menikmati getaran aneh pada diriku. Mukaku terasa panas. Tapi, tidak saat ini. Aku tidak percaya bahwa aku menyaksikan itu semua.




















