Kedua kakinya kuangkat setengah berjongkok lalu kembali kujilati meqinya. Link bokep Batinku.“Rizal,ditanya kok malah bengong”, Bu Monic menyenggol tanganku.“Eeehhhh nggak, abisnya kaget dgn kata-kata Ibu kayak tadi. aku keluar ya”, kataku.“Ayo sama-sama aku juga mau keluar”, balasnya disela erangan kenikmatannya.Dan.. Aku kaget dibilang bisa bikin tenang seorang wanita cantik”, balasku gagap.“Zal nanti temenin aku makan siang di Hotel (***) ya.. Kami berpelukan dan berciuman lagi. Tapi mungkin itulah kehidupan suami istri yg lama-lama bosan, pikirku.Bu Monic menarik tangaku. Terbersit dipikiranku, mungkin Bu Monic butuh teman makan, teman bicara atau mudah-mudaha teman tidur.. Walaupun cantik, tapi banyak karyawan yg tdk menyukainya karena selain keras, sombong dan terkadang suka cuek.Teringat Saat Indah Di SMU Bersama SarahNamun sebagai bawahannya langsung aku cukup mengerti beban posisi yg harus dipikulnya sebagai pemimpin di perusahaan ini. Masak sih Bu Monic bilang begitu? kita bincang-bincang kamu mau pesen makan apa?”, kata Bu Monic sambil menarik tangan membawaku ke kursi. Sedikit aku tersadar dan bangga karena wanita ini seorang boss ku, duduk dipangkuanku.




















