Lalu ia mengolesi dadaku dengan cream. Atau jangan-jangan ia juga disuruh ibunya bayar arisan. Bokep arab Aku membayangkan dapat menjepitnya di sini. Kesempatan tidak akan datang dua kali. Nampak ada perubahan besar pada Wien. Keringatnya meleleh seperti yang kulihat sekarang. Lho, salon kan tempat umum. Come on lets go! Ke bawah lagi: Hah habis kancingku habis. Makin lama suara sepatu itu seperti mengutukku bukan berbunyi pletak pelok lagi, tapi bodoh, bodoh, bodoh sampai suara itu hilang.Aku hanya mendengus. Aku menyesal mengutuk ibu ketika pergi. Bayar arisan. Ketika Si Junior melemah ia seperti tahu bagaimana menghidupkannya, memijat tepat di bagian pangkal paha. Apakah suaraku mengganggu ketenangan mereka?“Pelan-pelan suaranya kan bisa Dek,” sang supir menggerutu sambil memberikan kembalian.Aku membalik arah lalu berjalan cepat, penuh semangat. Bayar arisan. Bahannya tipis, tapi baunya harum. Haruskah kujawab sapaan itu? Langkahku semangat lagi. Napasnya tersengal.




















