Saat dia melakukan serve, pikiranku melayang melihatnya bergaya dengan gagahnya sampai-sampai aku tidak sadar kalau bola yang ia pukul mendarat persis di pelipisku. “Ah.. Bokep china Malam itu aku bertekad agar esok saya harus bisa mengatakannya terang-terangan.Kesempatan itu akhirnya datang, saat latihan berakhir, semua atlit sudah pulang, kecuali Jefri yang berada di ruangan loker. Pandanganku tiba-tiba berhenti di saf ke 4, dia pria yang kemarin, hari ini dia jauh lebih tampan lagi bila dilihat lebih dekat, wajahnya dihiasi janggut yang sering dicukur rapih dan menimbulkan warna biru keabu-abuan, kelihatan maskulin sekali, hidungnya juga sangat mancung dan matanya bersorot tajam. “Oh, begitu ya. Pikir sendiri? Tapi aneh sekali rasanya, sakit itu malah hilang entah kemana tatkala ia mulai memaju-mundurkan pantatnya. Kali ini aku betul-betul hampir pingsan dibuatnya. Wuih, interiornya berwarna kuning, dia sudah memodifikasinya dan hasilnya klop banget. he-he..”
Belum terlalu tua katanya, aku pikir dia sudah mapan untuk berkeluarga.




















