Kulihat dua ukhti berjalan melintas sambil menggendong bocah mungil yang berjilbab indah dan cerah, secerah warna baju dan jilbab umminya. Sedang aku terlalu sering ngomel dan menuntut isteri dengan sesuatu yang ia tak dapat melakukannya. Bokepindo Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Ah, semuanya indah-indah dan kelihatan harganya begitu mahal. “Ummi… isteri sholihah itu tak hanya pandai ngisi pengajian, tapi dia juga harus pandai dalam mengatur tetek bengek urusan rumah tangga. Pakaian bersih yang belum disetrika menggunung di sana sini. Aku menghitung sudah delapan orang keluar dari rumah itu, tapi isteriku belum juga keluar. Motorku sudah sampai di tempat isteriku mengaji. Ia beda dengan yang lain, ia begitu bersahaja. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang. Di depan pintu kulihat masih banyak sepatu berjajar, ini pertanda acara belum selesai. Senyum bahagia.“Abi…!” bisiknya pelan dan girang.




















