Kemudian Su’eng merebahkan badanku ke ranjang. Bokep rusia Aqu meninggalkan mereka di ruang tamu, Mas Berto kulihat menyerahkan amplop coklat. Mas Berto mengerti keterkejutanku.“Aqu sudah tak tahu lagi dgn apalagi aqu harus membayar hutang-hutangku, dia sudah mengancam akan menagih lewat tukang-tukang pukulnya jika aqu tak bisa membayarnya sampai akhir pekan ini”, katanya lirih.Aqu cuma terdiam tak mampu mengomentari perkataannya itu. Aqu tetap sabar menjalankan tugasku seseperti ibu rumah tangga sebaik-baiknya. Aqu menyadari Mas Berto sedang suntuk, jadi lebih baik aqu menahan diri sehingga tak menimbulkan masalah baru. Ia tak pernah menygka apabila Mas Berto sampai hati menjual dirinya.Sewaktu pertama kali berkenalan, Berto adalah lelaki yg baik dan selalu menjaga ku dari berseperti godaan lelaki lelaki iseng.




















