“Eh.. Monyet!Kuulurkan tanganku mengangkat gagang telepon yang barusan berbunyi keras sekali di pinggir kepalaku. Bokep india Setan pun tertawa dalam jiwaku.Kubayangkan tubuh Enni di atasku, tanpa pakaian, tubuhnya bersimbah peluh. Kugandeng lengannya menuju jok belakang. Nia lalu bercerita bagaimana Mas Dita (begitu dia menyebutnya) berhasil meluluhkan gunung es dalam hatinya, dan mengajaknya bertunangan kira-kira dua bulan yang lalu. iya deh, tapi jangan berantem terus.”
Pikiranku sedikit melayang. nggak apa-apa. Ahh.. gimana sih.. seandainya saja.. Nanti Papa pulang loh..” mama berteriak dari dalam kamar. Kusentil ujungnya dengan telunjukku sambil tertawa kecil. It’s okay,” emosiku sedikit mereda. Waktu..Kota Xxx, Jawa Timur, 1995Kami bertengkar hebat hari itu. “Ahh.. “Hhh..” Nia memegang batang kemaluanku dan menaruhnya di.. Kamu tidur..? “Nia.. Kepalaku terasa sangat ringan. Tapi, yah terkadang perasaan tak dapat selalu ditipu, bukan?Suatu hari aku (karena menganggur sekali) menghabiskan waktu luangku di toko buku Gramedia, di jalan Kertajaya, sekedar membaca-baca buku.




















