Kini aku harus siap untuk dinikmatin kapan saja oleh Om Roby. Iapun segera menarik k0ntolnya dari anusku dan menarik. Bokep colmek Satu-satunya yg bias aku lakukan adalah mengeluh pada Om Roby. Dengan kasar ia meremas pantatku. Ohhhh…betapa malang nasibku, jeritku di hati.“Mhhhh….mmaaf Om,saya belum mampu membayarnya…” jawabku terbata-bata…“Kebutuhan saya banyak sekali, dan uang gaji saya saja tdk cukup”….Tak terasa, air mataku mulai meleleh.“Iya, saya tau…tapi masalahnya, kantor ini juga butuh biaya..Kan sudah aku bilang, kalau biro ini lagi seret…Klien kita semakin sedikit???” Suara Om Roby mulai meninggi…Air matakupun semakin deras mengalir.. Di samping itu, tak ada tanda-tanda bahwa aku adalah seorang ibu beranak satu. Salah satunya adalah bosku, seorang cina, yg sekaligus pemilik dari biro konsultasi tempatku bekerja. Setelah beristirahat selam 30 menit, sambil ku menangis sesenggukan, aku pun minta ijin kepada Om Roby untuk membersihkan diri di kamar mandi yg ada di ruangnya..“ohhhh, tdk usah…kamu kan capek” sekarang saatnya kamu yg dilayani” kata Om Roby“Maksud bapak??” jawabku“Biar Om Roby saja yng bersihkan tubuh Vina…heheheh”Ouhhhh….laki-laki




















