Tadi aku minta temanku, Florence, kesini. Teman-temanku sudah mempunyai pasangannya masing-masing, hanya aku saja yang sendiri. Bokepindo Ia lalu duduk disampingku dan meneteskan air lilin yang panas ke badanku.“Ugh, ugh, ugh..” aku berteriak menahan panasnya tetesan lilin itu.Aku bergeliat-geliat mencoba menjauhinya namun ia terus mendekatiku dan mengulangi meneteskan lilin itu. Beberapa kali aku melihatnya sambil berharap ada balasan pandangan darinya. Dia memakai baju dan celana kulit hitam mengkilat dan ketat. Kulihat wajahnya yang putih bersih, kulit yang halus dan cantik. Kamipun lalu duduk disofa sambil nonton TV.Dia lalu menawarkan padaku untuk menonton film VCD. Masa aku harus dipamerkan dan dimainkan oleh teman-temanmu dalam keadaan seperti ini. Sambil dia mencari film yang dimaksud, kutanya.“Maaf, apakah kamu sudah menikah?”
Dijawabnya, “Nikah? Selang beberapa waktu kemudian, ia memintaku untuk menghentikan dan Mei Mei lalu beranjak dari duduknya dan menibaniku dengan posisi kemaluannya berada diatas kepalaku.“Sekarang kamu jilat mekiku” pintanya.Direndahkan




















