“Iya, kami patungan”, jawab salah satu pria. Nonton bokep Sedangkan mulutku sudah sedikit aman, semua pria sudah ku sepong, mereka sudah puas. Sial, dia adalah Alex, ia benar-benar datang menjemputku.Kupandangi kiri kanan, tidak ada yang memperhatikanku, kupandangi ke arah rumah, semoga Chelsea tidak mengetahuinya, aku pun masuk ke dalam mobil Alex. Aku sedikit menangis karena kondisi tubuhku yang panas ini harus diperlakukan begini. “Sial, hampir saja gue semprot”, katanya ternyata ia tidak ingin cepat-cepat berejakulasi. “Dok, tolong suntik mati aku saja”, kataku. Pria yang tadi ku sepong sudah turun dan menuju ke arah kaki ku, ia bersama pria lain kemudian mengkobel vaginaku. “Saya sakit mas…”, kataku. Kepalaku masih pusing, penyakitku sudah sangat menyiksa diriku, kembali aku memuntahkan sesuatu yang cair dan bau. Pria yang mengambil giliran selanjutnya tertahan, ia taidak jadi memasukkan penisnya ke mulutku. Mereka tidak mau lagi menyentuh wajahku yang kotor karena muntahanku, mereka hanya berfokus di vagina dan anusku.




















