Puas “berkenalan” Sigmund pun mencabut telunjuknya dari memek si cantik.Timbul keinginan untuk menganalisis bagian yang baru saja di kobelnya, Sigmund meraih sebuah alat kedokteran bernama Speculum lalu mulai memasukannya ke dalam vagina Reva, tentu saja setelah melumurinya dengan pelumas yang sama.Setelah speculum masuk dengan sempurna, dengan hati-hati Sigmund menarik tuasnya, hingga bagian ujung alat tsb yang menyerupai gunting, mendongkrak pelan belahan vagina si cantik, memeperlihatkan bagian dalamnya secara gamblang.Kini, dengan speculum, Sigmund bisa melihat bagian dalam vagina Reva. ” tanya Reva sejurus kemudian sambil mengumpulkan cairan yang belepotan di bibir dengan lidahnya sendiri lalu memasukan ke dalam mulutnya.Sigmund hanya menganggukan kepalanya, sambil tersenyum menatap Reva dengan pandangan menakjubkan.Reva kemudian berdiri, lalu mengeluarkan cairan dari dalam mulut dan menampungnya pada telapak tangannya yang terbuka. Bokeb Sesaat setelah pencarian posisi, si cantik merapihkan rambut panjangnya yang berantakan lalu mengangkat t-shirt yang di pakainya, memperlihatkan kemilau indah buah dadanya yang baru saja di bebaskan dari kekangan bra berwarna purple, kemudian meminta jasa kesepuluh jari Sigmund untuk meremasnya




















