“Cape nih mas mulut Ika, pegel!” protesnya. Nanti ada yang marah? Bokep hijab Malam kian larut, deburan ombak terdengar sampai ke dalam kamar losmen, seakan musik mengiringi deru nafas memburu kami berdua. “Mas Ann… ton… Ika lee.. “Nah gitu dong, jangan sedih terus, ntar ilang lho manisnya” kataku cengengesen.“Tu kan… mulai lagi” ketusnya sambil bersiap untuk mencubit pinggangku lagi. Memang Ika sendiri tidak bisa menolak cowok tersebut yang masih terhitung famili jauhnya, setelah kunasihati akhirnya Ika mau mengerti dan menerima lamaran cowoknya.Kini aku jomblo lagi, sementara cewekku dulu sudah aku putus kemarin-kemarin, yah semoga bro-bro masih mau membaca kisah petualanganku yang lain di lain cerita Senasib bagaimana sih mas?” tanyanya padaku. “Cape nih mas mulut Ika, pegel!” protesnya. kira-kira muat gak ya unya saya?” tanyanya. “Gimana sayang?” tanyaku.




















