Dia itu kan kelas atas sementara aku cuma seorang karyawan biasa. Bokep hijab kita bincang-bincang kamu mau pesen makan apa?”, kata Bu Monic sambil menarik tangan membawaku ke kursi. Lama kami berhadapan, aku di tempat duduk sedangkan Bu Monic dibibir tempat tidur. Sedikit aku tersadar dan bangga karena wanita ini seorang boss ku, duduk dipangkuanku. Pinggulku kuenjot naik turun. Kuhisap lidahnya dgn lidahku. Kalau karyawan lain ketakutan dipanggil menghadap sama Bu Monic, aku malah selalu berharap dipanggil. Kudorong tubuhnya keranjang, kuloloskan CD dan Bra-nya. Setelah memastikan namaku dia mempersilahkanku menuju kamar 113, katanya Bu Monic menunggu di kamar itu. Tapi kalo diluar aku mau kamu bersikap seperti suamiku ya”, katanya tersenyum manja.“Iya Bu cantik”, sahutku bergurau.Sebelum keluar dari ruangannya kami masih sempat berciuman mesra.




















