Jalan yang batu dan tanah semakin basah.***Indo tampak sibuk menyiapkan nasi ketan dan telur. Ambomu tidak mungkin seperti itu. Bokeb Lebih baik kau bantu Indo membereskan rumah. Kami harus meyakini. Lancang saya meninggikan suara di hadapan beliau.Tapi Ambo tak terima. Jika kita tidak laksanakan, kampung bisa kena karma.”Kami memang percaya semua yang keluar dari bibir Sanro merupakan kalimat yang datang dari Tuhan. Ambo sudah berkunjung ke rumah Sanro, dan dia sendiri bilang begitu.”Saya masih tidak percaya. Itu sesajen untuk ritual Mabbule Manu. Ketika tadi pagi, dia tiba-tiba bertandang ke rumah Sanro, dan pulangnya malah mengabarkan hal yang tak masuk akal.“Adampengi’ka, Ambo, betulji Sanro bilang begitu? Baru dua tahun kemarin dilaksanakan, tahun ini dilaksanakan lagi?” heran saya. Katanya, Indo meninggal setelah jatuh pingsan sehabis menyantap soto kuda, persis seperti kematian Supriadi, atau tiga kematian lainnya yang sebenarnya sempat saya dengarkan sepanjang hari ini.




















