jangan, Ray..” Ahh, betapa aku merindukan setiap gadis yang merintih seperti itu di dekapanku. mm.. Bokep india “Pulang, pikir dulu perbuatan kamu, baru temui aku lagi!” Huh, ya sudah, pikirku sambil beranjak keluar mengambil sepeda Federal-ku dan ngeloyor pulang. Mau kemana?”
“Curhat saja, aku pingin refreshing,” sahutku sok sedih. udah dong..” kataku. Nia diam saja saat kumasukkan tangaku ke dalam bajunya. Kami akhirnya mengambil tempat di salah satu warung di sebelah toko buku itu.“Ray, gimana aja kabarnya.. pikirku saat itu. “Nia, jalan yuk.”
“Ha? “Okay.. Aku menjadi bingung, keringatku keluar dari dahi dan sekujur tubuhku. gimana sih.. “Nggak mau masuk, nih..” kataku dengan alis berkerut. Aku jadi semakin sering menelepon Enni (kekasih pertamaku) walau hanya sekedar menceritakan betapa aku merasa sangat sendirian. Ray.. ah..” Nia masih mengerang-erang di bawahku. “Apa..?”
Susu-nya itu loh, menempel di ubun-ubunku, seandainya aku bisa berkata begitu saat itu.




















