Sosok perempuan yang selama ini ia rindukan: Annisa! Keadaan seperti itu tidak berubah sedikit pun, meski terakhir kali ía mengunjunginya beberapa tahun silam. Nonton bokep Ia sengaja memarkir mobilnya di salah satu sudut jalan kemudian berjalan kaki menelisik satu per satu rumah makan yaang ada di jalan itu. Ia berdiri dlm keadaan telanjang bulat di depan banyak mata warga.“Sudah…sudah. Mulutnya terkunci rapat karena menahan malu yaang sangat. Dan balik kaca spion samar-samar pemuda itu melihat seraut wajah menabur senyum ke arahnya. Dia tidak mau kulit tubuhnya disentuh laki-laki walau cuma sejengkal.Annisa bukan perempuan murahan. Aku sendiri tidak tahu apa itu.”“Tetapi teman-teman cewekmu banyak yaang cantik & tertarik padamu, Ka. Kenapa kamu tidak memilih mereka saja sebagai pacarmu?” kata Annisa polos.Kepoloson itu pula yaang membuat Andhika semakin menyukai gadis itu. Namun bayangbayang wajah Annisa semakin pekat melekat di pelupuk matatiya.“Harus ke mana lgi aku mencarimu Annisa?” kata Andhika dalam hati. Dia bukan gadis gampangan. Dia benar-benar Annisa sahabatku sewaktu duduk di Madrasah Aliyah dulu,” jawab Andhika.“Ini,




















