Aku takut dia marah dan melukaiku.“Kamu bisa pakai kamar mandi ini… kamu juga harus mandi… Saya punya banyak baju perempuan… nanti saya bawakan untukmu” ujarnya mendorong tubuhku ke dalam. SIAPAPUN TOLONG AKU… AKU” Dengan suara serak ketakutan aku mencoba teriak sekencang mungkin berharap ada yang mendengar. Bokep jilbab Dikelilingi orang-orang dengan obsesi mengerikan. Gila!! Tidak ada seorangpun yang bisa mendengarmu di sini…” ujarnya sambil mengarahkan pisau ke leherku. Aku terduduk lemas.Akupun tersenyum. Aku kembali menjerit putus asa, mencoba meronta. Dia berusaha berteriak namun mulutnya tertutup lakban.Aku kembali menoleh ke pak Jun karena merasakan tangannya pada buah dadaku. Aku dapat merasakan seluruh isi perutku dikuras oleh air tersebut. Mulutku tertutup lakban. Emang Mita kurang apa?”“Kamu gak kurang apa-apa kok cantik..”“Lha, terus? Sesaat kemudian pisau itu ditempelkannya di leherku. atau kamu yang akan saya bunuh sekarang, hahaha” ujar pak Jun. Aku tidak ada pilihan selain mendengarkannya.




















