Aku pun terkaget dengan oleh-oleh yang diberikan mas Ajik dan menanyakan dari mana mas Ajik mendapatkan uang untuk membelikan aku kalung itu.Namun mas Ajik hanya tersenyum dan dia langsung membopongku kedalam kamar. Kemudian setelah lama berbicang-bincang ia menawarkan sebuah jalan keluar kepadaku untuk melunasi hutang-hutangku dengan sebuah syarat, ucap Mas Ajik. Bokeb Mas Ajik mengangguk-angguk mendengarkan ucapakanku. Jika menang suamiku akan memberikan oleh-oleh yang banyak kepada kami.Tetapi jika kalah aku harus rela melayani teman-teman suamiku yang menang judi. Ketika aku mulai tak kuasa lagi menahan rangsangan di tubuh ku, napasku mulai memburu terengah-engah, payudaraku seakan-akan mengeras dan benar-benar peka, vaginaku mulai terasa basah dan gatal yang menyengat, perlahan-lahan aku mulai menggesek-gesekkan kedua belah pahaku untuk mengurangi rasa gatal dan merangsang di dalam vaginaku. Ketika itu waktu sudah menunjukkan sekitar pukul delapan malam. Aku kini benar-benar bugil tanpa tersisa pakaian di tubuh ku.




















