Sambil memeluk pinggul Rahma, Jambrong meneruskan sodokannya.Rahma pun mengimbangi dengan meliuk-liukkan pinggulnya. Bokeb Naik turun tanpa lelah. Mbah Jambrong menyuruh Nyonya Rahma masuk mendekati gentong. Dan dengan hentakan keras, dibantu tekanan tangannya, kontol Jambrong melesak masuk.“Eeeeemmmphmm,…mm..mm.”Desah Rahma sambil merem melek. Sebuah percumbuan yang hebat ini mungkin baru kali ini ia alami seumur hidupnya.“Ooooohh….ooohh…uuuggh.Hong….aaaaah…Silawe..Ratu…j agaaaad…aaaah” Rahma semakin meracau tak karuan.Tubuhnya mulai tak kuasa kembali menahan kenikmatan dahsyat ini. Dan suaranya menjadi parau.“Kalian berdua ikut aku ke ruang sebelah….Sebelumnya Nyonya minum air dalam kendi ini. Gadis ini tampil santai dengan kaos merek Zara yang ketat lengkap dengan jeans hitam yang lekat dengan pahanya yang ramping.“Silahkan duduk Nyonya Rahma dan Dik Marta….” ujar Mbah Jambrong mempersilahkan kedua pasien terakhirnya ini untuk duduk di karpet tepat di depan meja praktiknya.Mata sang dukun yang tadinya lelah sontak kembali berbinar.




















