Terasa keras sekali dan rupanya sudah berdiri sempurna. “Enak, Et?”“Lumayan, Pak”. Bokeb Pak Freddy memperingatkan, “Tahan sakitnya, ya, Et”. Rupanya dia sudah betul-betul terbius nafsu dan tidak ingat lagi akan kehormatannya sebagai Seorang Guru. “OK, boleh-boleh aja kalau kalian tidak keberatan”! Tetapi aku cuek saja, kuanggap ini sebagai pengalaman saja.Semenjak itulah, bila ada waktu luang aku bertandang ke rumah Pak Freddy untuk menikmati keperkasaannya dan aku bersyukur pula bahwa rahasia tersebut tak pernah sampai bocor. Setelah semuanya tenang dia bertanya padaku, “Gimana, Et? Tak lama kemudian dia keluar dan bertanya sekali lagi tentang keperluanku. Aku segera ke kamarnya dan kuambil lagi majalah porno yang tergeletak di atas tempat tidurnya.Begitu tiba di dalam kamar, Pak Freddy bertanya lagi, “Betul kamu tidak malu?”, aku hanya menggelengkan kepala saja.




















