Tapi kalau aku memintanya melepas bra, resikonya ia akan sadar. aku pulang dulu ya?” kataku sambil berjalan ke arah pintu.“Ben..” panggilnya lirih. Bokepindo Aku mencintainya hampir dengan seluruh hatiku. Hmm, sepertinya terkabul. “Eh? Ah ada rasa terkhianati memenuhi kerongkonganku. Kutarik pelan tangannya ke arah ruang tamu. Kupermainkan karpet. Tenggorokanku terasa di amplas. bukan untuk perayaan atau kesedihan tapi ketololan. Lalu kuhentikan dan aku berdiri sejenak. Perlahan sekali kucari langit-langit mulutnya. Kesentuh payudara kanannya dengan tanganku. Bibirnya membuka. sshh..” kubekap mulutnya dengan bibirku agar suaranya tidak terdengar. Lalu kupercepat gerakanku seperti kesetanan. Aya sangat ketakutan melihatnya. bukan untuk perayaan atau kesedihan tapi ketololan. sshh.. the access is granted, sorakku dalam hati). “Ben kubikinkan minum ya?” sambil berdiri ke arah dapur. Aku pun tak bisa mengira-ngira apa yang sedang ia pikirkan, mungkin aku tak mau. “Hm?” lidahku beku, amarah merayapiku. Kuputar-putarkan ke arah lubangnya.




















