Malam itu begitu indah. Bokepindo Kami keluar di jalan Sunda terus menuju Thamrin. Kutarik tangannya ke selangkanganku. Pernah dengan setianya menemaniku beberapa tahun. “Den ditunggu non Felly, katanya aden disuruh masuk.”
“Iya Bik.”Aku merapihkan pakaianku, berjalan mengikuti bibik tua itu ke dalam. Kedua tangannya bertumpu di atas meja. Dicemberuti oleh si Indri. Sudah capek aku menasehatimu, tapi kelakuannmu tidak juga berubah.”
“Okay Fel, Thanks and sorry for every trouble you got,” kataku sambil bediri, bersiap untuk pulang.Ketika melewatinya ia menangkap tanganku. Tampaknya ia baru selesai mandi. “Lo bawa mobil?” Ia menatapku cemas. Rumah Felly?Belum habis keherananku, tiba-tiba ada ketukan di kaca jendelaku. Terus terang untuk berdiri pun aku sulit saat itu. Hanya bosan. Banyak cewek-cewekku yang jauh lebih menarik untuk kuajak ke tempat tidur. Omongannya yang menceritakan pengalaman dua tahun berpisah denganku tidak kudengarkan.Akhirnya acara makan siang selesai jam 14.00 dengan janji kami bertemu lagi nanti sepulangku




















